Ayam vs Telur

Wednesday, 28 November 2007

“Saya ingin melemparkan topik klasik yang membingungkan buat saya dan mungkin buat teman-teman yang baru mau launching:

Apakah lebih baik beriklan dulu baru berdistribusi atau berdistribusi dulu baru mulai beriklan.
Logika yang pernah dilemparkan ke saya adalah: Anda harus beriklan dulu jadi pada saat brand anda sudah kuat semua orang pasti mau jadi distributor.

Di satu sisi ada logika lain: Bilamana Anda beriklan dan pada saat iklan anda mengena dan ternyata tidak ada barang lama-lama konsumen akan kecewa dan pada saat anda mulai berdistribusi konsumen sudah kecewa dan tidak mau mengambil barang Anda lagi.”

Sebuah email menarik masuk ke lotus saya hari ini, mana yang lebih penting, distribusi atau iklan? dua duanya bertujuan akhir yang sama, “image”
sebenarnya ada 2 komponen lagi yaitu harga dan inovasi. tapi keduanya bisa menjadi ‘secondary route’ untuk menuju “image” sebagai hasil akhir.
kenapa image ya? kenapa bukan volume? bukankah volume adalah segalanya bagi produsen?
saat ini marketing modern memiliki kecenderungan consumer centre, dimana asumsinya volume datang dari ‘top of mind’ consumer ketika memutuskan untuk transaksi produk2 tertentu.
di saat ‘moment of truth’ itulah image punya peranan sangat penting.
kembali lagi ke topik diatas, image yang diharapkan produsen bisa didapat melalui jalur ‘distribusi’ atau ‘iklan’. beberapa prinsipal punya ‘privilege‘ menikmati kedua jalur tersebut secara optimal.
namun banyak yang memang harus memilih diantara keduanya, sesuai dengan resources yang dimilikinya.
resources, inilah kuncinya. apabila produk anda lebih mudah di-push, alat usaha mendukung, kemampuan personnel sesuai dengan jalur2 distribusi, maka lebih bijaksana kalau menghimpun seluruh kekuatan di jalur distribusi. mungkin saya salah, tapi menurut saya teh botol sosro dan indomie mengambil jalur ini, sebelum mereka bisa mengambil jalur yang lain.
sebaliknya apabila produk anda lebih mudah di-pull dan personnel anda mampu untuk menciptakan iklan iklan hebad, lebih baik apabila mengambil jalur iklan/branding.
menurut saya contoh terbaik dari jalur ini adalah produk ‘all s hellical spring’, suspensi mobil yang bolak balik pasang iklan di tabloid otomotif.
sementara itu, ada komponen lain sebenarnya yang dapat diutilize lebih jauh untuk membentuk ‘image’ yang diharapkan.

harga dan inovasi. keduanya tidak bisa disatukan, simply karena inovasi itu mahal. dan sebaliknya untuk bisa murah itu memotong anggaran inovasi.
dengan cara ini, anda tidak perlu susah susah beriklan ataupun berdistribusi. konsumen akan datang mencari produk anda dengan segala cara. untuk bisa bersaing harga, segalanya bisa dikorbankan. tapi kalo kebanyakan pengorbanan ya ujung ujungnya gulung tikar hehehe
inovasi juga bisa menjadi route terbaik mendapatkan image yang cantik dimata konsumen karena pada dasarnya ‘innovation’ itu sexy. “ih lucu juga, that’s so smart” hal hal seperti ini menjadi desired response dari innovation.
on the top of consumer mind ketika memutuskan untuk membeli suatu product dari category tertentu, keluarlah yang selama ini dia ingat, “yang itu lho, yang waktu itu lucu juga, yang so smart itu loh”. kira kira seperti itu.
jadi, apabila anda seorang wanita yang sexy dan cantik, worth to dying for… dan anda butuh orang lain punya image tentang anda, bahwa anda memang sexy dan cantik, tidak dilebih lebihkan, tidak kurang pun dari anda sebenarnya; route mana yang akan anda ambil?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: