Leadership

Wednesday, 5 December 2007

It’s been years since human divide themselves into groups. ada orang susah, ada orang senang. ada yang kaya ada yang miskin. some said itu adalah God’s decision. I said it might be. susah senang kaya miskin perhaps vonis dari surga. tapi bodoh atau pintar? cuma orang orang berpikiran sempit yang bilang itu bukan keputusan manusia.

Life is an option. untuk bisa pintar manusia harus memilih certain option dari mulai melawan kemalasan sampai dengan putar otak untuk bayar biaya belajar. memang setiap manusia itu unik, kita dikasih IQ yang berbeda beda. beberapa malah diberi score sangat minim. but some schizophrenic friends bisa pintar dengan IQ yang minim tersebut. beberapa malah bisa jadi kaya raya.Buat gue, orang-orang itu terbagi atas 4 macem character yang udah given dari sononya. golongan yang pertama adalah si ‘daydreamer’. mereka punya vision about anything. buat mereka wording ada gambarnya, note ada rasanya. mereka punya kelebihan to think outside the box. cuman sayangnya mereka ini egoistic. selfish. mau enaknya aja. orang vision vision gue koq ngapain lo atur atur.

Golongan kedua adalah ‘working bee’. mereka yang punya endless energy untuk membangun sesuatu, make things happen. punya sense of detail yang menyeramkan. their logic sometime kill their hearts. robots. mereka harus punya kemampuan untuk fast learning. karena musti absorb brief secepatnya untuk bisa kerja. Golongan ketiga adalah ‘tracker’. selamet deh kalo kamu masuk golongan ini… ini adalah orang orang yang menyelamatkan kita dari kehilangan arah dan tujuan. they measure our performance. mereka mencari cari kesalahan. dari namanya pun udah keliatan, mereka adalah para pencari jejak. gejala awal orang yang punya karakter ini adalah mereka punya keahlian matematika yang dahsyat. even in the very young of age. skill ini melindungi mereka dari kebohongan. namun sayangnya, mereka jadi lebih jago berbohong dari kita kita.

Golongan terakhir, yaitu ‘cowards’. no more to tell, they are loosers. si pengecut. orang orang yang tidak pernah berani untuk menghadapi tekanan. they are even too lazy to calculate the risk dari tekanan tersebut. eh, bukan berarti mereka ngga pernah sukses lho. jangan salah. mereka cuma menghindar dari peperangan, sometime unnecessary war, sometime important one. kadang kadang kita gemes ngeliat kelakuan si coward. apalagi kalau mereka menjadi pengambil keputusan atas hidup kita. ugh, cape deeh…

Leaders are not born, they are made. beda dengan karakter, leadership bukan given. it is up to the person untuk memilih option mau jadi leader atau tidak. ngga ditunjuk ama Tuhan… secara tradisional memang, leaders (baca: raja) diturunkan dari orang tua ke anaknya. tapi modern humanity learned that, leadership bisa dipelajari, bisa ditiru, bisa dilatih. bahkan ada measurementnya lho sekarang. even si cowards pun bisa jadi leader. walaupun bikin mereka yang di-lead deg degan mau mati🙂 buat gue, to lead = to serve. nge-lead anak buah lebih cenderung to serve mereka dengan kepuasan. well, kalo engga karena orgasm, ngapain susah susah ml?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: