Imajinasi Tahun Baru

Wednesday, 2 January 2008

Sebuah critic datang pagi ini di blog saya, terbaca setelah melibas hujan rintik-rintik yang membuat saya terlambat tigapuluh menit dari jadwal masuk kantor. sungguh saya tergugah dengan pujian yang tulus menyatakan tulisan saya penuh dengan image. belum pernah dalam sejarah tulisan saya direview begitu dalamnya. paling sering komen yang terjadi adalah ‘tulisannya bagus’ atau ‘bisa nulis juga kamu’. macam komentar dari pak tino sidin pada acara menggambar di televisi pemerintah beberapa waktu yang lampau.
Sudah saya tulis disini, bahwa saya memang tidak punya keterampilan khusus untuk memuat gambar-gambar visual yang menarik di blog ini. kalo cuma upload foto aja sih bisa, tapi foto apa? saya punya gambar pisang, tapi belum ada posting saya yang punya korelasi tinggi dengan buah buahan. takutnya kalau saya asal tempel gambar nanti jadinya bukan bagus malah amburadul.
Selain keterampilan yang pas-pasan, saya juga tidak punya prasarana foto memfoto. kamera digital yang saya miliki kehilangan batre beberapa waktu yang lampau. pun flash light yang dimilikinya cuma punya kekuatan yang sepoi sepoi, artinya kalau tidak ada sinar matahari gambarnya jadi buram dan remang remang. maklum, walaupun merknya Nikon tapi masih ‘made in Indonesia’. Handphone yang saya miliki adalah handphone khusus untuk bekerja. bisa koneksi internet dimana saja. bisa kirim kiriman email. tapi tidak punya kamera. sepertinya saya memang butuh handphone yang bisa memotret ya? untuk lembar laporan pekerjaan. tapi saya memang bukan type manusia yang suka foto diri sendiri (bersama teman teman) yang apa itu namanya? narsis ya?
Alhasil, ya disinilah saya. dengan kemampuan menulis image. lima tahun tertinggal dibelakang bapak-bapak dan ibu-ibu bloggerer yang terhormat. mencoba untuk mengungkap cerita hati. dari seorang bapak yang mencari jati diri, apakah jadi bejat atau jadi sakti. apa sih, puitis puih. hehehe.
Kini coba kita mendalami ilmu tulis menulis imajinasi saya ya? kita mulai dengan visualisasi image terarah (guided imagination) coba bayangkan bila anda memiliki tiga teman baik yang senantiasa menemani anda dikala susah dan senang. tidak setiap hari sih, mereka punya trayek masing masing untuk menjalani hidup. namun mereka siap, kapanpun anda membutuhkan mereka. dari mulai menyediakan kabel jumper ketika mobil anda mogok, hingga menemani anda happy hour di lounge favourite ketika anda punya kesempatan pulcep (pulang cepet).
Anda berempat punya ide gila. untuk pergi camping di salah satu national park terkeren negeri ini. salah satu teman anda memang single dan mudah saja mempersiapkan diri, bahkan dia rela membawa daftar belanjaan titipan teman temannya ke Carrefour demi persiapan camping itu. Dua teman anda yang lain kebetulan mendapat izin berbarengan dari pasangan mereka. ah, kapan lagi? ide seperti ini mungkin tidak akan terwujud dalam sepuluh tahun kedepan, sibuk men!
Salah satu teman anda ini menyediakan sebuah kendaraan SUV buatan Jepang yang mampu mengantar anda ke desa tertinggi di taman nasional ini bernama Ketambe. disinilah terletak ujung dari peradaban manusia. Ketambe lebih tepat kalau disebut sekumpulan rumah timbang sebuah desa. listrik masih akan masuk kira kira dua puluh tahun lagi. BTS terdekat pun masih berjarak lima belas kilometer dari sini. walaupun sudah hampir swasembada pangan, penduduk Ketambe masih tergantung pada supply energi dari Tanah Merah, satu jam perjalanan dari sana.
Anda berempat meneruskan petualangan dengan berjalan kaki menapaki sebuah jalan basah. kuda pun tak kan mampu menapaki jalan ini. Anda mulai berpikiran ide siapa sih yang membuat anda berada disini, di detik ini. bah!
Anda berhenti setelah lima jam berjalan kaki di sebuah dataran tak lebih luas dari lahan sebuah pombensin. lumayan lah. tanah datarnya cukup untuk anda berempat. matahari sudah mulai mendekati cakrawala. puncak masih dua jam perjalanan lagi ke arah utara. pemandangan yang ada hanyalah awan dan awan. sebuah scenery yang mampu menahan anda berjam-jam untuk memandangnya.
Dengan cekatan, kedua teman anda membuat bivak dan mendirikan tenda. salah satunya membersihkan parameter dari binatang melata berbahaya (BMB). Anda mulai menyalakan api dan membuka bekal. sekilo daging mentah has dalam, satu tupperware berisi pre-cooked vegetables, kentang mentah yang telah dilapisi aluminium foil, dan tumbler aluminium berisi red wine. selesai makan malam anda semua bercengkerama ditemani rokok, kacang dan Jack Daniel’s.
Keesokan paginya anda bangun lebih pagi dari teman-teman anda. sepertinya ini kebiasaan buruk mereka, menganggap tambahan tidur adalah sebuah kewajiban. hingga pukul sembilan mereka juga belum ada keinginan untuk bangun. suhu diluar tenda memang masih belum beranjak dari 10 derajat celcius. anda menggulung shawl di leher anda, merapatkan beanies anda, dan melangkah keluar arena camping anda. cuaca yang cerah dan udara yang delicately fresh membuat langkah anda semakin ringan.
Sepuluh menit melangkah, anda tiba pada sebuah lembah hening dimana terletak danau kecil dibawahnya. airnya biru segar, anda dapat melihat beberapa ekor ikan berenang didasarnya. sunyi yang menerpa membuat anda yakin bahwa disekitar situ tidak ada makhluk lain, manusia atau bukan, halus atau kasar. matahari telah meninggi, temperatur menghangat, apa yang akan anda lakukan?
Bisa saja anda langsung telanjang bulat dan berenang bebas, atau sedikitnya mencelupkan ujung kaki anda mengukur sedingin apa airnya, siapa tahu ternyata hangat. Tuliskan apa yang ingin anda lakukan pada kolom komen dibawah ini. ditunggu ya🙂

4 Responses to “Imajinasi Tahun Baru”

  1. Anonymous said

    cong,

    kalo gue sih gak bakalan mau
    mandi, renang, berendem en
    tlenji di danau itu
    paling banter, menikmati pemandangan, jepret sono, jepret sini, en basuh muka trus balik
    ke camp…
    biar keasrian alam gak tambah rusak..

  2. eve said

    Mungkin cuma brani nyelupin jempol kaki sedikit, terus duduk2 aja di pinggir danau, minum kopi hangat yang lama2 menjadi semakin dingin. Menghisap berbatang2 marlboro light. Mencoba mengcapture yang me-memorykan pemandangan di depan mata, karena kamera terlalu impersonal. Tidak romantis.

    Atau saya yang plainly tolol?

    Astaga! gue lebih bisa nulis di sini daripada di blog gue sendiri?! *jambak jambak*

  3. nenz said

    hihihihi..
    aduh imajinasi gw tahun baru mah liarr..
    resolusi gw dulu aja ya :
    1. STOP SMOOKING (yg penting nawaitu nya, even sampe gw ketik ini, gw masih smoke😦 )
    2. PENGEN PUNYA BABY ..*teteuppp* .. tp katanya kudu lewatin no.1 dl supaya bisa cepet.. gitu kah?

    kl IMAJINASI NYA :
    (Btw harus ada yg hubungannya ama berenang ya? (ketauan bgt ya gw ga baca blog nya😀 )

    kl di danau seh gw maunya sore naek perahu ama si VJ , trus gw ML di perahu itu.. heningg.. merasakan hembungan angin, trus abis ML gw becanda2, cebur2an , lelep2an (mulei ganas) ..hahahha…
    (perlu gw amien-in ga ya? )😀

  4. Yummy Daddy said

    kenapa teman teman saya ngga ada yang beres gini ya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: