ayam pox bukan cacar chicken

Wednesday, 27 February 2008

hai hai pembaca yang budiman, apa kabar?


Gue mohon maaf sebelumnya kalau lama tiada menulis. sepuluh hari lebih gue di-domesticated (baca: dirumahkan) oleh pihak yang berwajib dengan alasan communal security. Penyebabnya tiada lain tiada bukan: Gue kena cacar!! hohoho cacar aer saudara saudara! bahasa kerennya: ayam chicken pox.
Pertamanya biasa saja. gue berasa ngga enak badan, antara masuk angin sama hamil 2 bulan gitu deh rasanya. trus setelah beberapa hari, timbul bercak-bercak merah yang sama sekali tiada bersahabat. gue pikir gangguan hormon, kok bisa jerawatan gitu. eh, taunya cacar. gue langsung mengabari pihak2 berwajib kalo gue terkena penyakit yang mematikan memalukan tersebut. dan jawabannya beragam saudara-saudara:

+ dari boss gue: “Wadooh, ga keren amat sih penyakitnya…”, thanks boss.. bole libur ya? hohoho… 2 minggu bow!
+ dari temen2 gue: “Lho bukannya lo udah pernah kena cacar aer? yang ini cacar otak kali?”, sungguh tiada empathy sama sekali, but thanks anyway y’all.
+ dari mami: “Idih, udah gede gini koq kena cacar”, thanks mom, engkau benar-benar ibu yang penuh perhatian pada anak-anaknya. “Bukannya waktu TK udah pernah kena ya? oh itu campak deng”, see? benar benar penuh perhatian…

Sebelumnya perlu diluruskan disini, jangan membayangkan gue seperti kakek2 terbaring sakit di tempat tidur ya, pake syal pake selimut, disamping coklat hangat sambil baca harry potter. hohoho. jauh men! mending bayangin gue jadi napi yang dikurung di ruangan tivi, gak bole ada ventilasi karena ga bole angin-anginan, dan enggak mandi karena ga bole kena air. setelah tiga hari gue lebih mirip kayak babi-polkadot-pliket-bau-engga-berenti-ngunyah-didepan-tipi.
Karena gue engga perlu dateng ke kantor, gue punya ide berenti melakukan aktivitas cukur kumis & jenggot di pagi hari. hohoho, buat elo-elo yang berjiwa pemberontak skip rutinitas sehari aja rasanya menyenangkan lho. apa lagi dua hari. apalagi tiga hari… eh keterusan sampe seminggu lebih gue tidak cukur kumis : ahay! senangnya! gue jadi babi-polkadot-berkumis-pliket-bau-engga-berenti-ngunyah-didepan-tipi hahaha…

Sebagai formalitas buat dapetin surat dokter, gue berkunjung (sekali lagi) ke RSPI. dengan bersuka ria dan lagu sya-la-la gue memasuki ruangan ICU di pojokan gedung lama itu. interiornya baru direnovasi lho! tapi tempat duduk di ruang tunggunya jadi lebih sedikit. atau itu hanya perasaan gue aja kali ya? gue pake jaket item, dengan hood terus terpasang dikepala, iya lah, biar kayak orang sakit gitu loh maksudna. parsis kayak freddy krueger pake jas ujan.. nunggu-nunggu dokter tiada datang-datang gue iseng nakut-nakutin anak kecil yang lagi nunggu juga di ICU itu. bosen sama anak kecil gue mulai nakut nakutin emaknya.. terus bapaknya. hehehe setiap gue duduk, disebelah gue selalu kabur, kenapa ya? gue kan cacar, bukan lepra… lama lama kayaknya gue ketagihan melakukan aktivitas ini. feels like a walking biological weapon gitu dey… hahaha

aduh, musti pulang. demi kesehatan saya, dokter saya menganjurkan saya untuk tidak banyak menulis. jadi ya, sampai disini dulu teman-teman. terima kasih buat simpatinya selama ini. apapun bentuknya. mudah mudahan dibalas oleh Yang Maha Kuasa😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: