maju kena mundur kena

Tuesday, 6 May 2008

bukannya pingin ngeluh sih, tapi diafragma kanan gue kok nyeri yah udah seminggu ini?

kadang kadang gue suka mikir, buat apa sih gue kerja sampe ngoyo ngoyo, apakah seimbang dengan imbalannya? apakah dengan bekerja seperti ini karir gue akan terjamin, minimal jadi CEO diumur 40 taun. *ngarep*
di jakarta ini semua serba gak jelas, gak puguh, abstract. tidak ada guarantee bahwa satu tambah satu sama dengan dua. bahwa dengan kerja keras kita akan kaya. baiklah, tidak setiap orang memiliki objective ‘kaya’ dalam etos kerjanya. beberapa orang menggantinya dengan ‘aktualisasi diri’ atau yang lain malah memasang kata yang lebih absurd: ‘bahagia’. whatever! intinya adalah, tidak ada yang bisa menjamin objective tercapai walaupun kita sudah mengerjakannya dengan memeras keringat, darah dan airmata.

hidup di jakarta memang penuh distorsi. seperti pada paragraf diatas, banyak orang yang kemudian beranggapan bahwa Tuhan memegang peranan penting dalam menentukan apakah objective manusia tercapai atau tidak. bukan faktor external lagi yang disalahin dalam kegagalan. tapi Tuhan.

this is absurd.

waktu gue tinggal di Australia, things are working as they should. semua jatuh di tempat yang tepat. serba terencana. serba terjadwal. satu tambah satu sama dengan dua. kalo gue berada di halte bus pukul 9 pagi hari ini, gue akan berada di tempat yang sama minggu depannya. kalo gue bekerja keras hari ini, gue akan menikmati hasilnya. something yang people will call it ‘absolute’ dan bukan ‘relative’. tugas Tuhan hanya satu: memastikan umatNya hidup beriman. tidak yang lain.

tidak fair sih kalau mau membandingkan sebuat third world country sama sebuah developed country. kalo masuk kandang kambing ya mengembek. kalo masuk kandang singa ya mengaum. kadang kadang gue pengen masuk kandang perawan. mungkin hanya perlu berbisik.

bukan

maksudnya tidak fair kalau membandingkan negeri ini dengan negara lain. dimana rasa nasionalismu nak? tapi masalahnya adalah, orang orang seperti gue sudah merasakan things that are working as they should. dan gemas ingin merubah negeri ini menjadi lebih normal, seperti manusia pada umumnya. bukan menjadi rimba raya seperti yang terjadi sekarang ini. bener ngga sih, coba deh elo yang tinggal di jakarta, coba deh elo liat lingkungan di sekitar lo. liat pake mata hati lo. lo tinggal di civilized ‘humanly’ society atau lo tinggal di kebun binatang raksasa?

yang lebih nelangsa lagi adalah, people are getting use to it. dan even taking advantages from it. as in a javanese term I recall, “ra edan ora keduman”. setiap kali gue mendiskusikan masalah ini sama orang lain, dan mempengaruhi seseorang untuk merubah gaya hidupnya sesuai gaya hidup manusia pada umumnya, mereka bilang, “tinggal di Gombong aja mas, cocok!”. trembelane. kok susah banget sih diajak hidup rukun, diajak hidup tanpa saling serobot, hidup dimana bekerja delapan sehari cukup untuk menafkahi anak-bini?

masalah yang terjadi di jakarta memang sangat kompleks, dengan belasan juta orang yang saling bernapas bersebelahan dalam sarang lebah raksasa seluas ‘hanya’ 650 kilometer persegi. bagaikan tinggal berdua belas di rumah seluas 100 meter persegi. berapa luas rumahmu? kalikan dengan angka pembagi tersebut, sesak bukan? ditambah dengan kepentingan-kepentingan yang saling bertumpuk, satu diatas lainnya. saling mendorok, saling berdesak. tontonan macam jerry springer adalah wacana umum yang mudah ditonton di jakarta ini. live! ngga pake advertising cut segala macem.

gue ngga terlalu nasionalis seperti my fellow citizens yang lain sih. gue ngga terlalu menganggap Indonesia tanah airku tanah tumpah darahku. terserah lah. tanah air gue adalah tanah dan air dimana gue bisa idup nyaman. tapi meninggalkan jakarta demi idup di negri lain rasanya seperti lari dari masalah. apatis terhadap problem. mengkhianati my own hood. serba salah.

at the end of the day, apapun hasil yang kita capai. meet the objective or not. kita selalu berhasil menghibur diri dengan: “we’ve done our best”.

ya kan?

3 Responses to “maju kena mundur kena”

  1. eve said

    gue percaya, our homeland is always the best. untuk masalah makanannya sih. Tapi sumpe, gue juga nggak nasionalis2 amat kok. Di jakarta, kemungkinan lo untuk jadi orang kaya sebesar kemungkinan lo jadi kere. Kalo di negara2 yang lebih maju, gue pikir sih (karena gue ga pernah bener2 tinggal disana) kemungkinan untuk jadi bener2 kaya tu kecil banget. tapi lo nggak akan jadi kere juga kalo lo mau kerja. Bener ga sih bub? Ah, gue masih tetep bercita2 kerja, kawin, beranak cucu di canada. Dengan bule canada. Dengan anak2 blasteran indo. Yang bisa di eksploitasi jadi model atau bintang sinetron seperti Chincha Lawrhaah *iihh ihhh.. knock on wood*

  2. Silly said

    hahahahaha… ngakak baca komen alinea trakhirnya eve…

    Bok, kalo gue juga tadinya mikir kayak elo, Indonesia is not “my bestfriend” regarding all things happened to my life lately. Gue udah pengen kabur ke Aussie, bw anak dan semua impian gue. Tapi gue mikir bub, di Indonesia, elo deket dengan keluarga, biar bagaimanapun orang menyikut kita sana sini, masih ada keluarga yang akan memeluk kita dengan hangat… masih ada kerabat, handai taulan yg bisa kita kunjungi jika kita rindu, banyak kehangatan disini…

    Sementara hal ini mungkin tidak akan lo temuin dinegeri orang yg everything wroking as it would, or whatsoever…

    so… supaya gak bete, barangkali yg terbaik adalah.. tidak melawan arus.. and try to a little bit higer your expectance.. Terlalu berharap banyak akan membuat elo kecewa banget kalo gak ngedapetin apa yg elo harapin…

    Betul tidak??? **dengan nada AA Gym**😀

  3. stey said

    tidak melawan arus itu yang gimana Sil?maksudnya ikut2an jadi binatang2 yang hidup di big zoo like Jakarta? hehehe..Gw ga pernah tinggal di jakarta lebih dari 1 bulan, but to tell u the truth Jakarta emang terlalu complicated buat gw mengerti dengan otak gw yang terlalu sederhana ini. Tapi pada dasarnya gw yakin, keadaan serupa kejadian di banyak tempat di Indonesia. Ga ada kepastian yang absolut disini. Awal taun bicara A, tengah tahun bisa lain lagi. Tapi inilah negara gw, yang masih gw cinta aja, kulinernya, viewnya, culturenya, orang2nya en yang pasti LAKI2NYA!!hehehe…
    *sseeettt dah komen gw tumben panjang..*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: