suami gila

Friday, 6 June 2008

Gue tuh gak habis pikir kenapa ada orang orang yang senang sekali melakukan kekerasan. kalo cuman nonton pelem action, nonton mayat di acara tipi siang siang, nonton orang berantem bag bug bag bug mungkin gue masih bisa mudeng. emang ada beberapa orang yang seleranya sadism. tapi kalo udah sampe cari ribut, biang onar, tonjok first think later? apa sih yang dicari? biar ngetop gitu? biar orang orang pada takut? apa sih untungnya???


Dalam sidang kasus perceraian kakak gue, pihak suami berkelit bahwa kekerasan dalam rumah tangga yang udah belasan taun terjadi adalah bentuk penyimpangan psikis yang ngga bisa dirubah. si suami memukuli kakak gue tiap malam itu dalam kondisi tidak disengaja dan engga diniatin sama sekali. orang indonesia memberinya istilah “mata gelap”, dunia modern menyebutnya “sakit jiwa”. dan orang yang sakit jiwa tidak boleh dihukum.

Majelis hakim mengundang saksi ahli seorang psikolog entah nemu dari puskesmas sebelah mana. saksi ahli ini telah memeriksa suami kakak gue dan mengambil kesimpulan bahwa di otaknya terdapat gangguan keseimbangan cairan kimia whatever it is yang menyebabkan stimulasi otak untuk menghajar siapa saja yang berada didepannya. it is chemical, katanya.

Bullshit, kalo kata gua. namanya juga excuse. kadang ada yang masuk akal, kadang karena saking kepepetnya sampe terdengar stupid. kakak gue bercerita kenapa sampai belasan tahun dia masih mempertahankan keutuhan rumah tangganya karena setiap kali habis dipukuli, dalam menahan memar babak belurnya, si suami seakan tersadar dan memohon ampun sampai sujud nangis nangis dikakinya.

Sebagai seseorang yang dididik dalam asuhan science dan teknologi, gue sulit percaya sama teori model begini. bahwa orang memukul dan tidak sadar kalau dia sudah membuat orang lain pingsan. mbok ketidak sadarannya diarahkan kepada hal hal yang lebih berguna gitu, contohnya nyelesein assignment gue, atau sambil nyuci, lagi ngga sadar tau tau beres. ini kok marah marah sambil gak sadar…

Tapi entah mengapa akhir akhir ini gue sering mengalami halusinasi gue ngamuk ngamuk gak jelas kayak bekas abang ipar gue itu. mungkin gue lagi depresi kali ya? engga juga ah! *ngga ngaku*

Kapan hari lagi santai di rumah mertua, Bunga sama sepupunya lagi lari larian gak jelas, gue lagi ngerokok santai sama ayah mertua, tiba-tiba gue merasa ngelempar mug gede isi kopi ke muka ayah mertua gue, sesaat kemudian gue nendang Bunga yang lagi lari lari sampe jatuh terduduk. jarak antara reality dengan imagination cuman split second sampai kesadaran gue kembali dan menghentikan perintah ‘enter’ yang sebenernya udah jalan sampai otot-otot tangan.

Tadinya gue pikir ini bukan hal serius.

Beberapa minggu kemudian gue lagi di belakang kantor makan siang rame rame ama temen temen kantor gue. becanda tawa selayaknya lagi makan siang gimana sih. tau-tau gue merasa lagi nusuk garpu ke leher orang disebelah gue setelah gue memecahkan piring gue di kepala orang didepan gue. again, sepersekian detik kemudian gue sadar dan masih sempet menghentikan tangan gue yang megang megang piring sendiri. sepersekian detik itu kadang nongol 3 hari sekali. kadang dateng tiap hari.

Terakhir moment itu dateng tadi pagi, lagi gue meeting rame rame sama MD gue. sebelom akhirnya gue memutuskan untuk menulisnya di postingan ini.

Just to keep my insanity.

3 Responses to “suami gila”

  1. eve said

    been there, done that! Pas SMA saking depresinya karena gue super duper dongo, nilai jeblok abis2an, gue jadinya kya gitu. Tapi bedanya, gue selalu berhalusinasi akan mati. Jatoh dari tangga, ketabrak bis, mobil kecelakaan dll. Sampe akhirnya parno2 sendiri dan ga brani kemana2. Ga brani ngobrol ama sapapun. Jadi dalam kurun waktu beberapa lama itu, gue tiba2 jadi pendiem dan penyendiri. Alah… Kebayang ga sih bo?

    Eniwey, gue juga ga percaya tuh alesan2 gelap mata, kilaf blablabla… MASA SETIAP HARI SIH?!?!?! Like… PASANG LAMPU DONG KALO MATANYA GELAP! Ah dongok deh…

  2. caroline said

    tapi sekarang lo ud ga berhalusinasi begitu lagi kan? iya kan, bub… ???*clingak clinguk takut bubba ga segera sadar dalam sepersekian detik*

  3. therry said

    Your ex-brother in law sounds like what my dad used to be.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: